Ingin Budi Daya Jamur Shitake? Intip Trik Berikut Ini

Ilustrasi shiitake. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Putri – Jumat, 25 Maret 2022 | 11:15 WIB

Sariagri – Jamur shitake sangat dihargai di Jepang. Tidak hanya di Jepang, peminat jamur ini pun cukup banyak di seluruh dunia tanpa terkecuali di Indonesia. 

Melansir Gardening Know How, di Amerika Serikat, jamur shitake sangat digemari, baik dalam bentuk segar maupun kering. Sekitar 25 tahun yang lalu, banyaknya permintaan shitake membuat negara ini layak dan menguntungkan untuk budidaya komersial. Harga satu pon shitake umumnya jauh lebih mahal daripada jamur kancing biasa.

Nah, bagaimana cara menanam jamur shitake? Menumbuhkan jamur shitake untuk produksi komersial membutuhkan modal investasi yang signifikan. Selain itu, harus paham seluk beluk jamur ini dikarenakan perawatannya yang sangat spesifik.

Namun bukan berarti hal tersebut tidak mungkin. Baik untuk tukang kebun maupun penghobi tanaman, menanam jamur shitake sebenarnya tidak terlalu sulit.

Shitake merupakan jamur pembusuk kayu. Artinya, jamur ini dapat tumbuh di batang kayu. Penanaman jamur shitake dilakukan pada batang atau kantong serbuk gergaji yang diperkaya nutrisi atau bahan organik lainnya yang disebut kultur kantong.

Kultur kantong adalah proses kompleks yang membutuhkan kondisi tertentu dari suhu, cahaya dan kelembapan yang terkontrol. Penanam jamur yang tidak berpengalaman akan disarankan untuk memulainya dengan menanam shitake pada batang kayu.

Diketahui, shitake berasal dari Bahasa Jepang yang berarti jamur shii atau pohon ek, di mana jamur kemungkinan ditemukan tumbuh liar. Jadi idealnya, gunakanlah kayu ek untuk menumbuhkan jamur shitake. Namun maple, birch, poplar, aspen, beech dan beberapa spesies lainnya juga cocok.

Hindari kayu hijau, kayu mati atau batang kayu dengan lumut yang berkerak. Sebaiknya, gunakan pohon atau dahan yang baru ditebang dengan lebar antara 3-6 inci, kemudian potong sepanjang 40 inci.

Biarkan kayu selama tiga minggu dan pastikan menyandar satu sama lain. Jika dibiarkan di tanah, jamur lain akan menyusup ke dalam batang kayu sehingga membuat shiitake gagal untuk berkembang.

Setelah didiamkan selama tiga minggu, bor dengan lubang setiap 6-8 inci atau 15-20 cm di sekitar batang kayu dan 5 cm dari kedua ujungnya. Pasang lubang dengan pasak atau bibit serbuk gergaji. Lelehkan lilin dalam panci, oleskan lilin di atas lubang tersebut.

Baca Juga: Ingin Budi Daya Jamur Shitake? Intip Trik Berikut Ini
Budi daya Jamur Dorong Potensi Ekonomi Warga Desa Bojong Koneng Bogor

Lelehan lilin tersebut berfungsi untuk melindungi bibit dari kontaminan lainnya. Tumpuk kayu ke pagar atau letakkan di atas jerami, di tempat yang lembab dan teduh.

Jamur shitake akan tumbuh dalam waktu 6-12 bulan. Meskipun lama, masa produksi jamur ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Video Terkait

[embedded content]