Ribuan Petani Milenial Jawa Barat Disiapkan Hadapi Masalah Pangan Nasional

Ribuan petani milenial Jabar disiapkan hadapi masalah pangan. (Sariagri/Akbarda Winardi)

Editor: Tatang Adhiwidharta – Kamis, 24 Maret 2022 | 21:57 WIB

Sariagri – Rektor IPB University, Prof Arif Satria, memberikan apresiasi kepada para petani milenial Jawa Barat dalam kegiatan Inagurasi Petani Milenial, pada Kamis (24/3/2022).

Di hadapan para petani muda yang memenuhi Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan bahwa program inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini merupakan langkah menghadapi permasalahan pangan nasional.

“Ini adalah ikhtiar kita mengatasi masa krisis pangan. Program Petani Milenial merupakan ide yang sangat brilian progresif dan inovatif untuk menghasilkan generasi unggul yang responsif terhadap perubahan,” ujarnya saat memberikan sambutan. 

Untuk merespons tantangan perubahan, Prof Arif Satria mengatakan, bangsa ini membutuhkan petani yang siap menerapkan teknologi, yang memiliki visi bisnis, punya pemahaman pasar yang baik, serta memiliki willpower yang kuat. 

”Karena kekuatan bangsa ini sangat terletak pada kekuatan mindset. Saya yakin petani milenial memiliki visi, kemauan dan mindset yang tumbuh mengikuti perkembangan yang ada saat ini,” kata Prof Arif Satria.

Baca Juga: Ribuan Petani Milenial Jawa Barat Disiapkan Hadapi Masalah Pangan Nasional
Serap Produksi Panen Petani Milenial, Jabar-EdenFarm Teken MoU

Ia menyebut, wabah pandemi COVID-19 merupakan momentum menciptakan kemandirian pangan. Ia turut mengapresiasi Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat atas perhatiannya terhadap pertanian dan ketahanan pangan bangsa. 

“Atas nama IPB University, saya ucapkan selamat kepada seluruh petani milenial yang dilantik hari ini. Kami mengapresiasi program yang diinisiasi Pak Gubernur Jabar. Sebagaimana ucapan Bung Karno, bahwa pangan adalah hidup mati sebuah bangsa,” kata Prof Arif Satria.

Selain itu, program Petani Milenial merupakan langkah tepat dalam regenerasi petani. Rektor IPB University menyebut, rata-rata petani Indonesia berusia 48 tahun. Tentu akan menjadi masalah besar ke depan jika tidak ada lagi generasi muda yang terjun menjadi petani. Oleh karena itu, ia berharap program ini menjadi solusi melahirkan petani unggul yang berjiwa entrepreneur dan paham teknologi terkini.

“IPB University setiap tahun melakukan talent mapping kepada mahasiswa baru, hasilnya ada 32 persen mahasiswa yang ingin menjadi entrepreneur agribisnis. Oleh karena itu, kita siapkan program secara sistematis untuk melahirkan pengusaha pertanian yang tangguh,” kata Prof Arif.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, selain krisis regenerasi petani, ia melihat bahwa banyak lahan tak terurus. Selain itu, penerapan teknologi pada petani masih sangat minim. Persoalan inilah yang menjadi latar belakang hadirnya program Petani Milenial.

“Dari 3,2 juta petani di Jawa Barat, 71 persennya berusia lansia. Kalau tidak ada gagasan baru, maka bisa dibayangkan hitungan puluh tahun kita mau makan apa? Masa depan buruk itulah yang ingin kita hindari,” tutur Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil berharap, dari 1249 petani milenial ini menjadi cikal bakal terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia di masa di depan. Ia meyakini, bahwa masa depan akan lahir dari desa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, akan terus berkomitmen untuk mengawal kesuksesan program Petani Milenial.

“Semangat tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia bukan lagi mustahil. Saya doakan, kalau tahun ini ada 1249 yang lolos dan berhasil, tahun-tahun ke depan akan meningkat, sampai suatu hari mayoritas petani adalah anak-anak muda dan menjadi kedaulatan pangan,” paparnya.  

Video Terkait

[embedded content]